doni wijayanto December 20, 2017
Front page SpotDraft-spotdraft.com/arsip

Meskipun menjadi bagian penting dari urusan bisnis, negosiasi dan merancang kontrak dapat menjadi hal yang “curang”. Meskipun demikian hal itu dapat berakibat kepada biaya dan kehilangan pendapatan dalam jangka panjang.

SpotDraft adalah suatu Artificial Intelligence yang dapat menggunakan algoritme machine learning canggih untuk mengotomatisasi perancangan dan negosiasi kontrak dan dibuat oleh Draft Spotting Technologies Ltd.

Seperti diberitakan vcircle.com pada (19/12/2017), mereka menyediakan solusi komplek dalam berhubungan secara hukum termasuk perancangan, pengelolaan dan penyimpanan dokumen secara daring, menganalisa kontrak dan menerbitakn invoice secara otomatis, selain itu juga mengingatkan dan menawarkan nasihat ahli dalam urusan hukum.

Startup ini diluncurkan oleh alumni Harvard Law School, Shashank Bijapur dan mantan Google Classroom tech lead, Madhav Bhagat. SpotDraft tidak hanya memudahkan bagi pengguna namun juga baik dalam urusan perpajakan barang dan jasa. “Kami melihat kesempatan besar dalam sektor hukum, dimana tidak banyak orang melirik bisnis yang diperkirakan bernilai 8 juta dollar AS di pasar” kata Bijapur.

Menurut Bijapur pengacara menghabiskan waktu dalam merancang dokumen selain itu juga mereka harus bernegosiasi dalam waktu yang sama. Kadang kadang dokumen tersebut dapat mengganggu dalam urusan inefisiensi dan mesti diperiksa ulang. Maka mereka ada membantu mengurangi waktu dan biaya untuk urusan tersebut.

SpotDraft menurut para pendirinya sebagai end-to-end contract lifecycle management platform. Ini adalah suatu perangkat lunak yang membantu seseorang merancang dokumen secara mudah dengan menuliskan input yang relevan terhadap tipe dokumen yang dibuat. Bahkan dapat membuatnya hanya dalam waktu 10 detik dan juga mengirimkan GST compliant invoices dan payment reminders.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid