doni wijayanto August 31, 2017
Alat pacu jantung nirkabel produksi St.Jude-bbc.com/getty images

Alat pacu jantung sejumlah 745,000 dilaporkan mengalami kerusakan siber sehingga memungkinkan untuk diretas. The Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa 465,000 alat pacu jantung di Amerika Serikat diindikasikan mengalami kerusakan dan disarankan untuk memperbaiki kerusakannya.

Abbot, yang dikenal sebagai manufaktur alat kesehatan, mengatakan kepada BBC bahwa akan ada lebih dari 280,000 alat mengalami kerusakan sehingga alat menjadi bergerak dengan cepat atau akan mengalami kehabisan baterai.

Meskipun demikian, Abbot menyatakan pihaknya tidak menyadari bagaimana asal muasal mengapa hal ini bisa terjadi. Hal ini juga akan membutuhkan penanganan secara kompleks. Pihak Department of Homeland Security juga mengatakan bahwa peretas haruslah mempunyai keahlian tingkat tinggi untuk membongkarnya, menurut kabar bbc.com pada (30/08/2017).

Alat pacu jantung yang mengalami kerusakan tersebut diproduksi oleh St.Jude Medical, yang telah diakuisisi oleh Abbott pada awal tahun ini. Pihak pasien disarankan untuk menanyakan kepada dokternya tentang tersedianya pembaharuan firmware (perangkat lunak yang terpasang pada perangkat keras), pada jadwal pemeriksaan selanjutnya.

Alat pacu jantung dapat menerima kode terbaru yang ditempatkan di dekat gelombang radio yang dipancarkan sekitar tiga menit. Menurut FDA, setelah dilakukannya pembaharuan, kecil kemungkinan alat pacu jantung mengalami malfungsi. Pihak Abbot juga menyatakan bahwa pasien dapat menggunakan firmware lama jika mereka masih menginginkannya, meskipun demikian mereka dapat memperoleh pembaharuan firmware sewaktu waktu.

Keuntungan dari berfungsinya alat pacu jantung untuk mengirim dan menerima data secara nirkabel adalah pasien dapat memasangnya dengan transmitter di rumah untuk memonitor peralatan sewaktu mereka tidur dan dapat memberitahukan permasalahan medis yang terjadi.

Dikabarkan pihak hedge fund, Muddy Waters Research pertama kali pernah menyatakannya di media pada Agustus 2016 bahwa peralatan pacu jantung mempunyai kerusakan pada keamanannya dan mengklaim bahwa alat tersebut dapat diretas oleh peretas pemula.

Perusahaan investasi tersebut menyatakan bahwa nilai saham St. Jude’s mengalami penurunan setelah terdapat permasalahan keamanan seperti yang diungkapkan oleh MedSec. Pihak St. Jude sendiri menyatakan bahwa pihaknya telah menangani permasalahan tersebut dan akan menuntut pihak yang telah menyebarkan fitnah. Meskipun demikian, menurut FDA ketika Abbot mengakuisisi St. Jude pada Januari lalu sebenarnya telah ditemukan celah kerusakan pada wireless home monitor system. Lalu, pada April pihak pengawas menyatakan bahwa Abbot telah gagal untuk menangani permasalahan keamanan. Saat ini tuntutan hukum terhadap Muddy Waters masih berlanjut.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid