doni wijayanto September 14, 2016
blockchain-linkedin.com/arsip

Empat bank besar akan bergabung untuk pengembangan koin digital dimana diharapkan akan mempermudah dalam urusan pembayaran dan penyelesaian transaksi keuangan. Out-law.com, memberitakan bahwa keempat bank itu antara lain Deutsche Bank, Santander, BNY Melon dan broker ICAP dimana mereka akan bergabung dengan UBS dalam pengembangan the utility settlement (USC), suatu blockchain yang didasarkan pada mata uang digital.

Dikutip dari bersosial.com, definisi blockchain pada umumnya dijelaskan sebagai ledger data transaksi online otomatis yang tersimpan dan bisa diakses secara public. Sebagai contoh Bitcoin sebagai mata uang digital telah mengembangkan blockchain juga seperti , exchanger, payment gateway, aplikasi pembayaran, toko online, dan masih banyak lagi. Hal inilah yang membuat blockchain yang paling terkenal adalah blockchain pada bitcoin.

Transaksi yang terjadi disemua jaringan akan tersimpan dalam blockchain dan bisa diakses oleh publik. Bahkan sampai asal atau alur transaksi bisa di lacak. Namun nama pemilik rekening tidak disebutkan hanya berupa kombinasi huruf dan angka yang jumlahnya lebih dari 32 digit ( seperti itulah alamat bitcoin, contoh alamat bitcoin 12VJeEhx5D1j5B54wpo6iiAcwrS4YTfT1F).

Kemudian akan terdapat masing masing versi USC untuk setiap mata uang, dan akan dipergunakan untuk pembayaran dan transaksi pada pasar uang, demikian menurut pihak Deutsche Bank. Koin tersebut dapat ditukar dengan nilai yang sama pada simpanan di bank pada mata uang yang sama, dimana disokong oleh aset tunai yang terdapat pada bank sentral.  UBS telah melakukan tes koin tersebut dengan Clearmatics Technologies sejak 2015, dan kesuksesan tes tersebut membuka jalan untuk pengenalan kepada partner baru.

Lebih lanjut Deutsche Bank menerangkan, konsep USC tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan dan juga platform pengembangannya. Setiap tahap bertujuan untuk meningkatkan jumlah peserta. Clearmatics akan melanjutkan peluncuran terbaru dari platform teknologinya untuk menyokong konsep tersebut.

Menurut Hyder Jaffrey, selaku Head of Fintech Innovation UBS “mata uang digital adalah kompenen penting untuk masa depan pasar keuangan yang berdasarkan pada teknologi blockchain. Terdapat beberapa mata uang digital sebagai contoh untuk dieksplorasi, namun USC adalah konsep yang dikembangakan dan difokuskan untuk memfasilitasi model baru terhadap bank sentral digital.

Ahli teknologi keuangan, Luke Scanlon juga mengatakan bahwa perdebatan tentang distribusi ledger dan blockchain masih berfokus pada bermanfaatnya teknologi untuk transaksi keuangan lintas negara.  Ini adalah titik awal dari sekian banyak kegunaan seperti pada bitcoin, namun demikian masih banyak hal yang dapat dikembangkan.

Namun hal yang perlu menjadi perhatian sebagaimana dikemukakan Luke Scanlon adalah penggunaan mata uang digital yang disokong oleh ledger yang terdistribusi sebagai suatu teknologi untuk menggantikan sistem yang saat ini berlaku dimana akan memberikan nilai yang baik untuk pengembangan aspek fundamental sistem keuangan.

Beberapa kelompok perbankan telah mengumumkan pada awal bulan Agustus lalu, tentang blockchain yang akan dipergunakan untuk menggantikan transaksi keuangan seperti peminjaman kredit konvensional. The Bank of America Merrill Lynch, HSBC dan Infocomm Development Authority of Singapore (IDA) menggunakan perangkat lunak open source Hyperledger untuk membuat aplikasi yang akan menggantikan transaksi keuangan konvensional yang mempergunakan kertas.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid