redaksi February 25, 2015
msfnetwork.com/arsip

Era digital saat ini membuat pekerjaan menjadi cepat, mudah dan efisien. Namun hal itu makin membuat pola komunikasi antara manusia secara verbal menjadi berkurang, karena perangkat digital perlahan mulai mengikisnya. Bagaimana dengan profesi yang memerlukan kepiawaian komunikasi seperi pengacara?apakah cukup hanya mengandalkan perangkat canggih semata.

Sebagaimana dilansir oleh lawtechnologynews.com pada (06/02/2015),masyarakat negara maju, khususnya Amerika Serikat menilai tren profesi pengacara modern saat ini seperti “Terminator grade cyborg” atau robot yang lebih banyak menggunakan perangkat daripada perasaan dengan sentuhan humanis.

Hal ini disanggah oleh kalangan pengacara yang terkategori modern, karena menurut mereka hal ini adalah suatu hal yang realistis sesuai perkembangan zaman. Perangkat teknologi modern diperlukan pengacara secara profesional untuk melengkapi pekerjaannya. Ukuran profesional dinilai dari kemampuan dan kecakapan ilmu hukum, komunikasi dengan klien yang efektif, mampu melakukan manajemen pekerjaan secara efisien dan kreatif dalam urusan pembelaan.

Dengan makin meningkatnya jumlah perkara, pengacara saat ini harus bekerja dengan cepat dan mengumpulkan data tentang perkara perkara hukum yang relevan. Beberapa praktisi hukum menggunakan aplikasi seperti Fastcase yang diibaratkan sebagai senjata bionic untuk melakukan riset hukum.

Dengan fitur yang bagus, visual data yang jelas serta dapat terhubung dengan asosiasi pengacara, maka Fastcase tergolong bagus untuk aplikasi riset. Untuk urusan riset hukum, bukan hanya aplikasi fastcase, banyak aplikasi yang mendukung. Diantaranya yaitu black’s law dictionary, lawbox, openregs atau heinonline. (lihat 12 aplikasi iOS untuk riset hukum).

Efektif Komunikator

Pengacara yang bagus adalah yang dapat berkomunikasi dengan efektif dan jelas. Kemampuan ini menjadi andalan bagi seorang pengacara, namun ternyata di Amerika Serikat juga masih banyak keluhan yang disampaikan ke asosiasi pengacara karena buruknya komunikasi dan pelayanan yang dilakukan oleh para pengacara.

Sangat disadari bahwa banjir informasi saat ini susah dibendung, dan diperlukan kemampuan untuk menyeleksi informasi dengan baik. Selain itu proses seleksi informasi juga cukup memakan waktu, maka disarankan kepada praktisi hukum seperti pengacara untuk menggunakan sistem manajemen untuk penanganan informasi seperti Salesforce.com, Sugar CRM, ConstantContact dan Avvo Ignite. Dengan penggunaan teknologi yang tepat, pengacara dapat mengumpulkan informasi untuk kemudian diolah sehingga bernilai tinggi yang kemudian dapat disampaikan kepada klien di saat yang tepat.

Manajemen perkara juga perlu diperhatikan dan untuk saat ini sudah tersedia yang berbasis komputasi awan, yaitu MyCase, Clio dan Rocket Matter. Semuanya merupakan tool yang berguna untuk menjalankan sistem manajemen perkantoran dari manapun tempatnya dan sudah mendukung untuk kerja kolaborasi. Sebagai contoh yaitu Clio, yang dapat digunakan oleh pengacara untuk menghitung jam kerja, biaya tagihan dan pembayaran jasa.

Kemampuan pengacara untuk mengakses, berbagi dan presentasi menggunakan iPad, proyektor dan perangkat digital yang lain untuk mendukung pekerjaan di pengadilan yang makin modern juga diperlukan. Pengacara modern juga mengerti seni dari presentasi yang berkualitas korporasi dan mereka biasanya menggunakan produk Power Point, Keynote, Prezi, atau Haiku Deck.

Pengacara modern memang mesti beradaptasi dengan teknologi dan menggunakannya dengan baik. Namun diupayakan agar tidak terbelit dengan kecanduan teknologi, karena pengacara juga manusia dan dengan sentuhan humanis akan melengkapi profesinya.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid