redaksi December 31, 2013
setelan jas-fashionwear2011.blogspot.com/arsip

Bahasa jawa mengenal peribahasa “ajining raga ana ing busana” yang berarti nilai fisik terletak pada busana atau pakaian. Itulah mengapa busana seringkali menjadi perhatian dan memancarkan daya tarik seseorang yang memakainya, mungkin berupa aura maskulin bagi lelaki atau feminin bagi perempuan. Sama halnya dengan istilah bahasa Inggris “you are what you wear”, pameo itu mempunyai arti penilaian terhadap seseorang dapat dilihat dari busana yang dipakainya atau minimal berpenampilan rapi dan menarik. Maka dari itu jika dalam khasanah budaya jawa (adat timur) mempunyai pola sama dengan khasanah budaya inggris atau Amerika Serikat (adat barat) terkait penampilan yang rapi, itu berarti penilaian tentang busana mempunyai nilai universal.

Profesi hukum yang seringkali memperoleh sorotan adalah pengacara, penampilan pengacara memang tergolong rapi dan acapkali modis, merek terkenal lazim menjadi pilihan dalam gaya berbusana. Mengutip artikel dari the remsen group, tentang penampilan profesi pengacara berdasarkan survei yang dilakukannya kepada firma hukum di Amerika Serikat pada 2010 lalu, memberikan hasil survei yaitu 23 persen selalu berpakaian setelan jas, 58 persen berpakaian bisnis secara kasual namun dalam kondisi tertentu memakai setelan jas, 13 persen berpakaian setelan jas jika kondisinya mengharuskan untuk berpenampilan demikian, dan 8 persen menjawab berpenampilan lainnya. Kemudian jika dilihat berdasarkan trend yang berkembang dalam kurun waktu lima tahun terkahir, menjawab lebih formal 7 persen, lebih kasual 71 persen, dan 22 persen menjawab hampir sama atau tidak ada perubahan dalam polanya. 

Jika dilihar dari hasil survei Remsen itu maka pada masa sekarang ini, penampilan para pengacara mengalami penurunan. Kurang dari 25 persen yang menjawab bahwa mereka berpakaian dengan setelan jas dan dasi, demikian halnya dengan pengacara perempuan yang berpakaian dengan setelan blazer. Serta lebih dari 70 persen menjawab bahwa tempat kerja saat ini menjadi lebih kasual daripada era lima tahun yang lalu. Jelasnya, etika berpakaian telah banyak mengalami perbedaan dari pada kurun 25 tahun yang lalu, namun apakah ini adalah hal yang bagus untuk profesi hukum?

Berkaitan dengan profesi hukum, khususnya pengacara maka hal apakah yang diperlukan untuk menjadi pengacara yang baik dalam arti profesional, mungkin jawabannya adalah tentang persepsi pengacara dan bagaimana profesi itu dipandang oleh orang lain. Jika seorang pengacara dibayar dengan tarif setiap jam 350 dolar AS oleh klien, ekspektasi klien adalah pengacara itu layak dibayar untuk nilai tersebut, tentunya juga penilaiannya termasuk berpakaian setelan jas, luwes, dapat berbahasa dan sopan santun yang baik serta profesional. Maka dari itu cara pengacara laki laki atau perempuan terlihat dan menampilkan dirinya mempunyai dampak yang besar terhadap penerimaan klien atas kemampuan dan kapasitasnya sebagai pengacara.

Suka atau tidak suka, image tentang pengacara sangat penting dan berpengaruh. Meskipun cara berpakaian terkadang memberikan sedikit peran dalam kaitannya menjadi pengacara yang baik, namun hal ini dapat memberikan banyak kesan terhadap bagaimana orang lain memandang kapabilitas pengacara dan memberikan dampak yang besar terhadap kesuksesan (atau mungkin kegagalan) pengacara dalam strategi marketing dan pengembangan bisnis.

Sudah bukan menjadi hal yang umum diketahui jika orang lain menilai pengacara bukan hanya dari keahlian dan kemampuannya secara profesional namun juga dalam image yang melekat pada sosok pengacara. Kita juga mengetahui bagaimana sosok briliant dan pekerja keras yang meraih puncak karir atau bahkan gagal dalam berbisnis dikarenakan image atau penampilan yang buruk dan atau kemampuan berhubungan sosial yang juga buruk. Namun, faktanya pada survei tingkat nasional yang dilakukan oleh HotJobs.com menyatakan bahwa 89 persen praktisi Human Resources mengatakan bahwa cara berpakaian menentukan promosi seseorang, hal ini karena kultur perusahaan di Amerika seperti itu.

Bahkan menurut Malcolm Gladwell penulis buku best seller Blink, mengatakan “orang dapat menilai orang lain dalam beberapa saat”. Demikian juga menurut Harry Beckwith yang berpendapat bahwa bagaimana dunia menilai penampilan seseorang itu adalah suatu hal yang penting untuk karir profesional jangka panjang. Hal itu karena visual image lebih meyakinkan dalam mengungkapkan suatu sosok daripada pengungkapan secara lisan atau tulisan. “Suka atau tidak suka, sekarang kita hidup di zaman visual dan image menjadi hal yang penting lebih daripada yang pernah anda pikirkan”, kata Beckwith.

Kesan pertama sangat memberikan pengaruh kuat dan itu biasanya bertahan lama dalam menilai suatu sosok. “Sulit untuk memulihkan image dari suatu yang buruk ke suatu yang baik”. Maka hampir jarang diperoleh kesempatan untuk kedua kalinya, jika pada waktu kesan yang pertama sudah tidak menampilkan kesan yang baik. Hanya ada satu kesempatan, maka usahakanlah untuk menjadikannya terbaik pada saat kesan pertama.

Pada awal karirnya sebagai konsultan marketing, Remsen pernah menyarankan kepada para pengacara untuk berpenampilan seperti klien mereka. Misalkan pengacara untuk sektor perbankan, maka penampilan pengacara seperti para bankir, kemudian jika mempunyai klien dari sektor developer real estate maka penampilan juga layaknya developer real estate, bahkan jika kliennya berasal dari bintang olahraga dan pesohor dunia hiburan maka berpenampilan sesuai bintang film atau musisi. Pendapatnya muncul karena waktu itu, klien lebih menginginkan merekrut dan lebih nyaman jika didampingi oleh seseorang yang menyerupai mereka.

Namun pendapat Remsen kemudian berubah, karena menurutnya banyak klien yang menginginkan pengacara berpenampilan seperti layaknya pengacara, yaitu sopan, luwes berbahasa dengan baik dan profesional.

Demikian juga pendapat dari para pakar marketing bidang hukum lainnya tentang penampilan dan cara pandang orang terhadap profesi pengacara. Menurut Nancy Myrland, Presiden dari Myrland Marketing di Indianapolis, yang mengatakan bahwa sangat sedikit klien yang menyalahkan seorang pengacara karena berpenampilan terlalu rapi. Memakai setelan jas untuk bekerja atau saat rapat hal itu seolah mengirimkan pesan bahwa seorang pengacara sangat menghargai dan menghormati klien dan serius dalam bidang pekerjaannya. “ Presentasi dan cara pengacara mengemas penampilan yang menarik adalah suatu sinyal petunjuk tentang profesi pengacara”.

Stephen Babcock dari Babcock Law Firm di Baton Rouge, Lousiana mengatakan bahwa dirinya berpakaian setelan jas yang berkelas tinggi dan sudah dilakukannya selama 2 tahun. Hal itu memberikan efek positif tentang perubahan bisnis yang dilakukannya dan penerimaan klien terhadap dirinya. Sementara menurut Amy Smith-Pike, Marketing Direktur dari Durrette Bradshaw di Richmond, Virginia mengatakan bahwa sebaiknya para pengacara berpenampilan rapi dan menarik, terutama kepada para associate muda perempuan agar berpenampilan tidak seperti mahasiswi sewaktu kuliah yang cukup hanya dengan kemeja dan celana kasual. Karena saat menemui situasi dalam suatu acara konferensi, mungkin saja akan berhadapan dan berbicara dengan Direktur, klien atau mungkin calon klien.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk para pengacara dan profesional

–          Perhatikan bagaimana penampilan anda seperti halnya orang lain melakukannya

Berbanggalah dengan profesi anda sebagai pengacara, ini adalah suatu profesi yang paling  dihormati. Selalu perhatikan dengan baik tentang pakaian apa yang dipakai dan bagaimana cara anda untuk menunjukkan diri anda ke hadapan orang lain

 

–          Belilah pakaian yang berkualitas baik

Hal yang baik untuk berinvestasi pada pakaian yang berkualitas meskipun hanya mempunyai sedikit, daripada mempunyai banyak pakaian yang tidak berkualitas. Karena suatu model pakaian yang klasik mungkin akan bertahan lama.

 

–          Kenakan warna yang terlihat cocok

Penentuannya berdasarkan warna rambut, warna mata dan warna kulit, beberapa warna terlihat natural dan lebih baik dari yang lainnya.

 

–          Kunjungilah penjahit yang berkualitas

Meskpun anda dapat membeli pakaian yang paling mahal di suatu department store, namun hal itu tampak terlihat tidak bagus jika tidak dijahit dengan baik.

 

–          Kunjungi juga binatu untuk cuci kering (dry clean)

Binatu cuci kering bermanfaat untuk setelan jas dan pakaian lain yang sejajar dengan itu, meskipun mahal namun hal itu sebanding dengan nilai yang dibayarkan.

 

–          Potongan rambut dengan model reguler

Ahli penata rambut yang baik dapat membuat perbedaan yang besar pada penampilan anda dan bagaimana anda terlihat seharusnya.

 

–          Pakailah sepatu yang bagus

Ada pameo tentang jangan menilai seorang lelaki dari sepatu yang dikenakannya, namun membeli sepatu yang berkualitas dan memakainya memberikan kesan yang baik seorang laki laki.

 

–          Pakailah perhiasan sesuai porsinya

Aksesori dan perhiasan yang bernilai tinggi dapat menambah sentuhan agar terlihat berkelas pada setiap penampilan,dan pakailah perhiasan sesuai porsinya.

 

–          Pakailah parfum  

Seperti halnya perhiasan, parfum dapat memberikan kesan yang baik. Pakailah parfum dengan aroma yang khas dan harum

 

–          Sebaiknya berpenampilan lebih

Seperti yang dikatakan Nancy Myrland, bahwa orang tidak akan menyalahkan anda jika berpakaian atau berpenampilan sangat rapi dan anda dapat selalu untuk mengurangi penampilan anda jika merasa terlalu berlebihan dalam penampilan dalam suatu kondisi tertentu. Bagaimana jika anda berpenampilan kurang atau tidak rapi dalam suatu acara tertentu, tentunya akan sulit dan repot untuk menambah aksesori atau penampilan agar anda dapat dilihat layak dan rapi.

Seperti yang dikatakan Amy Pike Smith, untuk para associate junior, berpenampilanlah yang rapi dan ciptakan image yang baik tentang diri anda, hal ini akan menjadi suatu hal yang penting dalam periode karir anda, karena orang akan memberikan nilai terhadap pendapat anda dan menganggap anda serius dalam pekerjaan sebagai pengacara.

Pengacara memang sebaiknya terlihat luwes, sopan dan berbahasa dengan baik serta profesional dalam bekerja, bukan hanya pada saat sidang pengadilan atau rapat dengan klien. Ini tentang image yang terbentuk pada diri seorang pengacara dan kantor tempatnya bekerja. Selalu perhatikan juga penampilan anda saat sedang tidak bekerja, mungkin saja anda bertemu dengan seseorang saat sedang berbelanja di pertokoan dan mungkin saja orang tersebut memberikan penilaian berbeda dengan penampilan anda.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid