redaksi May 10, 2016
codagecorp.com/arsip

Suatu bentukan hukum terbaru menawarkan cara kepada pihak tertentu untuk dapat mengakses data di akun Facebook dan akun Google setelah pemiliknya meninggal dunia, namun pihak pemrakarsa aturan hukum ini mengatakan bahwa terkait hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk memperoleh persetujuan dari perusahaan teknologi.

Sebagaimana perusahaan raksasa seperti Facebook dan Google yang ketat menjaga bentuk kerahasiaan pribadi, namun pengacara yang mewakili keluarga atau orang terkasih yang sudah meninggal dapat memohon untuk mengakses komunikasi elektronik seperti surel dan bentuk digital lainnya.

Hal ini adalah suatu pertarungan antara kerahasiaan pribadi dan permohonan akses, namun permohonannya masih seputar bentuk piksel dan kata kata yang hanya boleh diakses oleh pengacara yang menanganinya dimana hal ini tidak mungkin terjadi karena si pemilik akun sebelumnya telah memberikan pembatasan sehingga tidak membukanya sembarangan.

Untuk beberapa tahun terakhir, hal ini masih menjadi perdebatan serius” kata Todd Tennis, yang bersaksi pada komite untuk merancang regulasi yang mewakili hukum negara bagian Michigan.

Sementara itu pengacara ingin mempermudahnya sebagai pihak yang ditetapkan untuk mengelola kepemilikan oleh seseorang setelah meninggal dunia atau karena suatu hal menjadi tidak mampu untuk mengakses semua memori digital, termasuk surel dan foto yang disimpan secara daring (dalam jaringan) di Google atau Facebook. Namun hal sebaliknya menurut pihak perusahaan, mereka mengatakan bahwa kerahasiaan tetap terjaga karena terkait kebijakan internal yang diberlakukan, sebagaimana dilansir dari newsobserver.com.

“Bukanlah hal yang mudah, hal ini sudah terjadi selama beberapa tahun” kata Anthony Forlini dari partai Republik yang mewakili wilayah Harrison. “Hal ini akan mempengaruhi kehidupan banyak orang lebih daripada yang sekedar kita lakukan dan banyak orang tidak memahaminya”. Antolini sendiri menyatakan bahwa dirinya memerlukan pengacara untuk mendampinginya melawan Google dan Apple hingga mereka dapat diajak berkompromi.

Google mempunyai posisi tawar tinggi terkait kerahasiaan dan hukum federal membatasi langkah yang dapat dilakukan. Namun harapan selalu ada untuk menemukan jalan terkait penyediaan informasi yang dibutuhkan terhadap kondisi tertentu yang berkaitan dengan data pengguna, seperti Google Inactive Manager atau kerangka kerja hukum lainnya untuk memperoleh informasi.

Tujuh negara bagian sudah mengundangkannya sedangkan 20 negara bagian lain baru memperkenalkannya tahun ini. Maka jika seseorang ingin mengakses akun sosial media orang lain atau melihat surel mereka, pemilik akun tersebut harus memberikan penjelasan apa saja yang dapat diakses. Setidaknya pemilknya memberikan akses untuk melihat isi surel, sehingga orang lain mungkin hanya dapat melihat apa yang disebut sebagai “katalog informasi”.

Dimana katalog ini pada dasarnya hanya menunjukkan identitas pengirim, penerima, tanggal dan waktu dari surel. Seorang pengguna juga mesti secara jelas mengetahui perjanjian secara daring yang akan menunjukkan kesediaanya tentang pemberian akses untuk membuka akun. Hal apapun yang dinyatakan dalam perjanjian daring itu akan memberikan dasar hukum terkait para pihak yang bersengketa.

Ini adalah suatu hal yang baru terkait pemberian kuasa untuk mengakses akun, karena hanya sedikit hal yang dapat dibuka daripada yang orang perkirakan. Maka jelas belum ada struktur yang dapat menjadi patokan, karena mungkin saja terjadi suatu hal buruk yang tentu saja akan segera memerlukan perbaikan.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid