doni wijayanto October 16, 2013
ilustrasi konten berita-economylead.com/arsip

Hampir sebagian besar orang dalam kehidupan modern ini mengerti akan fungsi informasi, pendayagunaan akan informasi tersebut tentu saja bergantung kepada penikmat informasi, apakah konsumsi informasi yang diperoleh memberikan manfaat untuk mengambil suatu kesimpulan, keputusan, kebijakan yang mempengaruhi kehidupan pribadi maupun ruang lingkup karya kerja. Bermacam informasi tersaji dengan perspektif yang terkadang sama namun juga bisa berbeda pada setiap media yang menyajikannya.

Keriuhan semakin padat semenjak internet memberikan kemudahan akses kepada pengguna, kehidupan digital mulai mendapat peran dalam peradaban manusia. Pengikisan budaya berkirim kabar melalui surat, serta ucapan selamat dengan kartu pos bergambar tidak bisa dihindari dan sebaliknya semakin memberikan ruang lebar kehidupan digital dengan hadirnya perangkat telepon pintar dan komputer lipat serta yang terbaru adalah sabak elektronik. Namun, pola tindakan tetaplah sama, menulis tetaplah menggunakan cara selayaknya menulis, entah menulis bermedia kertas ataupun menulis bermedia peralatan elektronik, lingkup pembedanya terletak pada peralatan. Demikian juga kabar berita yang ditulis dengan tulisan tangan bermedia pena dan kertas atau mungkin juga mesin ketik.

Dibedakan pula Kabar berita bermuatan pribadi, yaitu kabar mengenai keintiman antar pribadi, informasi mengenai peristiwa keseharian yang dialami oleh sosok pribadi dikabar beritakan kepada keluarga atau sanak kerabat. Sedangkan kabar berita bermuatan umum, yaitu kabar mengenai peristiwa keseharian yang dialami oleh sosok pribadi atau institusi sebagai subyek tertentu yang melakukan tindakan atau yang terkena akibat dari tindakan, sehingga layak untuk diberikan porsi pemberitaan. Berkembang kemudian pemberitaan mengenai suatu obyek, sebut saja obyek wisata, karya seni budaya, kuliner, pendidikan, keagamaan hingga bermacam produk perniagaan.

Demikian halnya dengan surat kabar, selama beratus tahun sejak ditemukannya mesin cetak, surat kabar memenuhi fungsi informasi kepada khalayak ramai, hingga terciptalah teknologi informasi dengan bermacam platform  (landasan) yang memudahkan penyajian berita secara digital, antara lain adalah adanya mesin blog. Fungsi blog pada awalnya dipergunakan sebagai media komunikasi personal, hingga kemudian para pengembang perangkat lunak, ramai mengembangkan blog, dengan bermacam theme (tema) sebagai tampilan dasar yang tersedia pada blog, didukung dengan plugin (fungsi tambahan untuk mengisi atau lebih memberdayakan fungsi blog) yang bervariatif, makin mempermudah memproduksi informasi, sehingga boleh dikata, transformasi bentuk blog menjadi media indie.

Tak dinyana media arus utama tertarik menggunakan mesin blog untuk menyebarkan konten digital yang diproduksi, silakan yuridisian menjelajahi mesin pencari, media massa manakah yang menggunakan mesin blog, atau kunjungi saja technorati, mungkin sudah ribuan situs blog yang terdaftar di technorati, dengan bermacam konsentrasi bidang yang tersaji.

Konten digital semakin menyeruak, limpahan informasi dengan deras tiada terbendung, proses seleksi informasi menjadi syarat untuk bisa menikmati dan menyamankan nalar dalam mengkonsumsi informasi, produksi berita sebagai konten digital sudah terukur dalam hitungan menit, gegas meninggalkan beberapa dekade lampau, yang terukur dalam hitungan hari dan jam. Mahfum jika sekarang surat elektronik, layanan pesan serta percakapan elektronik makin marak dalam kurun waktu satu dekade terakhir, hingga memudahkan kabar berita lalu lalang di jagad digital. Demikian halnya proses produksi dan reproduksi berita masif menghampiri tiap sudut ruang komunikasi digital, dengan bermacam kategori yang menarik perhatian khalayak ramai, mungkin untuk mempermudah pengistilahan, jika meminjam istilah salah satu selebritas kondang Indonesia, berita yang “cetar membahana” menjadi perbincangan di sudut sudut jejaring sosial.

Demikian halnya produk berita tentang hukum, bermacam perspektif tersaji, yang tentu saja para pewarta sudah mengindahkan kaidah jurnalistik untuk produk berita hukum. Berita hukum yang terkadang kaku, dogmatik dengan istilah hukum dan undang-undang, dalam beberapa bentuk menampilkan sisi dramatis, karena setiap pewarta mempunyai cara masing-masing untuk memberitakan suatu peristiwa.

yuridis.com (you.read.this), terjemahan secara baku makna yuridis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu menurut hukum atau secara hukum.  Yuridis.com adalah salah satu garis yang merangkai jejaring di jagat digital, dengan menyajikan berita hukum dan persinggungannya dalam masyarakat kepada yuridisian (sebutan pembaca yuridis.com).

Memang tiada gading yang tak retak, layaknya suatu sistem mungkin ada kelemahan di dalamnya. Namun perhatian dan kepedulian tentang berdayanya sistem hukum di Indonesia senantiasa menjadi gerakan dan kepentingan khalayak ramai dimulai sejak ruang kelas di kampus, ruang rapat dosen pengajar, ruang seminar para praktisi, ruang rapat Presiden dan menterinya, ruang sidang anggota dewan yang terhormat,  hingga ruang-ruang yang berjejaring dalam sistem peradilan dan hukum di Indonesia.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid