doni wijayanto October 17, 2013

“I am calling Johnnie Cochran, i got his number, you are going down”, adalah sepenggal dialog dalam film Showtime, diperankan oleh Robert De Niro dan Eddie Murphy. Untuk penggemar film produksi hollywood, mungkin pernah mendengar nama “Johnnie Cochran” disebutkan dalam dialog di film, siapakah dia, mengapa di beberapa film namanya disebut. Beberapa film itu antara lain Lethal Weapon 4, Showtime, Charlie’s Angels : Full Throttle, Jackie Brown dan Woo. Sosok bernama Johhnie L Cochran Jr, lahir di Shreveport, Louisiana, tanggal 2 Oktober 1937, bukanlah aktor film, tetapi pengacara. Dia adalah pengacara dari Pemain American Footbal yang kemudian menjadi aktor, O.J. Simpson yang didakwa atas perkara pembunuhan. Selain itu juga pernah diminta jasanya sebagai pengacara Michael Jackson, penyanyi Rap Tupac Shakur dan Snoop Dogg, serta atlet Marion Jones dan mantan juara tinju kelas berat Riddick Bowe. Johnnie Cochran pun menulis kehidupannya sebagai seorang pengacara dalam buku “A lawyers life“.

Johnnie Cochran mengawali karir sebagai penuntut di kantor jaksa kota Los Angeles tahun 1963, setelah lulus dari ujian pengacara di California, dia bertugas di bagian kriminal. Kemudian pada tahun 1965 dia memulai praktik swasta, sebagai pengacara dengan mendirikan kantor pengacara Cochran, Atkins & Evans. Setelah mendirikan kantor ini, pada tahun 1966 dia bertindak sebagai pengacara dari keluarga Deadwyler’s, yang memperkarakan anggota polisi karena bertindak brutal sehingga mengakibatkan anaknya terbunuh. Pihak Kepolisian Los Angeles tetap pada pernyataannya bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota polisi Los Angeles itu dalam upayanya mempertahankan diri. Namun menurut Cochran tindakan anggota kepolisian itu merupakan aksi penembakan yang sangat buruk, tetapi jaksa wilayah tidak mengajukan tuntutan. Demikian juga ketika kemudian kantor hukum Cochran mengajukan gugatan perdata juga mengalami kekalahan. Hal yang sangat sulit untuk memenangkan perkara tersebut, pada masa itu, sebagaimana ditulis di laman biography. 

Perkara yang melibatkan O.J. Simpson (resminya tercatat sebagai Masyarakat California vs Orenthal James Simpson), sidang perkaranya dilakukan di Los Angeles, California. Merupakan perkara yang menarik perhatian publik di Amerika Serikat waktu itu, bahkan majalah TIME edisi 27 Juni 1994 menulisnya sebagai “An American Tragedy” sementara majalah Newsweek  edisi 27 Juni 1994 menulisnya sebagai “Trail of Blood”. Johnnie Cochran kemudian turut dalam tim pengacara O.J Simpson yang waktu itu disebut sebagai “dream team”. O.J. Simpson didakwa melakukan pembunuhan atas mantan istrinya Nicole Brown dan seorang lagi bernama Ronald Lyle Goldman.  Johnnie Cochran berpendapat bahwa perkara tersebut terdapat rekayasa, karena bukti bukti tidak cukup mengarah ke O.J. Simpson.

Johnnie Cochran bukan sekedar pengacara selebriti, karena dia juga membela perkara-perkara yang melibatkan komunitas dan berkenaan dengan warga afrika-amerika, untuk perkara yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia. Perkara seorang remaja putri yang dianiaya oleh anggota kepolisan dibela dengan baik dan akhirnya remaja putri itu diberikan ganti kerugian 4,6 juta dollar Amerika Serikat, kemudian perkara Geronimo Pratt dibela oleh Johnie Cochran pada tahun 1972, namun pengadilan waktu itu memutuskan Geronimo Pratt bersalah dan dikenakan penjara. Hingga ketika akhirnya Geronimo Pratt dibebaskan dari penjara pada tahun 1997, karena terdapat kesalahan dalam penghukuman, bahkan Geronimo Pratt diberikan uang ganti kerugian sekitar 4,5 juta dollar Amerika Serikat. Hal itu merupakan saat yang paling bahagia selama berkarir sebagai pengacara bagi Johnnie Cochran. Mungkin itulah sebabnya jika kemudian namanya banyak disebut di film hollywood, karena kepiawaiannya dalam menangani perkara. Johnnie Cochran meninggal dunia pada 29 Maret 2005, setelah memutuskan pensiun menangani perkara litigasi. Milt Silverman, seorang pengacara dari San Diego mengatakan,  nama Johnnie Cochran layak untuk ditempatkan sebagai pengacara hebat yang pernah ada di Amerika. Pembelaannya akan dimasukkan pada buku sejarah karena menyentuh setiap hati dan jiwa. Karena kecurangan pemerintah dalam berperkara dan warganegara tidak mempunyai kemampuan untuk menghadapi kecurangan tersebut, sebagaimana dilansir Los Angeles Times

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid