redaksi November 23, 2016
Demonstrasi penerapan hukumsyariah di Inggris-stream.org/arsip

Inggris dengan tradisi hukumnya yang kuat, telah mulai terbuka terhadap penerapan hukum syariah, ini adalah hal yang bagus dalam penerapan hukum Islam dalam konteks hukum perkawinan dan hukum keluarga dan juga telah menimbulkan efek fenomena sosial yang baik, demikian dikabarkan oleh economist.com.

Realita hukum syariah ini didorong oleh perkembangan masjid di Ingris dan diyakini banyak aturah hukum syariah yang berlaku di kalangan muslim. Karena untuk banyak muslim yang sudah menikah, mereka akan menemui kesulitan jika tidak bersinggungan dengan hukum syariah.

Amra Bone, seorang praktisi hukum mengatakan bahwa apa yang dia lakukan untuk mendukung panel syariah di Birmingham Central Mosque akan sangat menolong bagi banyak “ratusan atau mungkin ribuan” perempuan yang bisa saja berada dalam kondisi tertekan.

Banyak pihak yang menginginkan pendekatan melalui hukum syariah adalah perempuan muslim yang menghadapi perceraian secara islam, dimana hal ini tentu saja berbeda dengan hukum perdata dalam hal perceraian yang berlaku di Inggris. Hukum Inggris masih belum mengakui secara legal formal hukum syariah dalam sistem hukumnya dan tentu saja hal ini menyulitkan kalangan muslim yang hendak melakukan perceraian dalam sub-kultur Islam. Dalam hukum Islam pihak laki laki dapat saja menceraikan istrinya secara sepihak.

Kesulitan itu juga dikatakan oleh Mizan Abdulrouf, pengacara yang merupakan Wakil Presiden di United Kingdom Board of Sharia Councils. Mizan mengatakan bahwa meskipun hukum Islam mungkin saja diatur dalam regulasi di Inggris, namun masih saja tidak terbuka secara jelas dan tidak transparan. Dia mengistilahkannya dengan “backstreet sharia councilcs”.

Lebih lanjut dia mengatakan hukum Islam ini tidak dimaksudkan untuk menjadi bagian dalam sistem hukum secara pararel. Tentu saja itu adalah kesulitan yang mesti dihadapi, namun hukum Islam diperlukan untuk memberikan kejelasan dan batasan dimana untuk memastikan validitas perkawinan dan perceraian dalam sudut pandang hukum Islam. Sehingga tidak untuk memutuskan dalam hal pemeliharaan anak atau pemberian uang tunjangan kepada pihak perempuan dimana hal ini berbeda dengan hukum perdata di Inggris.

Masih banyak pihak yang menentang keberlakuan hukum syariah secara legal formal di Inggris, demikian seperti yang dikeluhkan oleh Sadikur Rahman, anggota dari National Secular Society. Hal ini karena banyak desakan yang muncul bahwa hukum (secular) di Inggris mestilah yang lebih diutamakan.

Pendapat yang berkembang di masyarakat adalah jika legitimasi hukum syariah di Inggris diterapkan, maka akan muncul juga peradilan untuk Hindu, Sikh, dan bahkan khusus Kristen. Hal ini berarti membawa perbedaan, karena banyaknya hukum yang berbeda dan itu berarti ketidaksamaan di hadapan hukum dan kewajiban yang harus dilakukannya, maka dapat menimbulkan diskriminasi berdasarkan identitas keagamaan.

Pendapat yang menyejukkan bagi umat Islam datang dari Rowan William, selaku archbishop of Canterbury dan head of the global Anglican Curch. Menurutnya mungkin saja beberapa bentuk hukum syariah dapat diberlakukan di Inggris, mengingat beberapa kejadian memang memerlukan sikap bijaksana dari umat muslim terhadap pasangannya.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid