doni wijayanto February 8, 2017
LawRato startup legal tech di India yang melayani konsultasi hukum-foto/lawrato.com/arsip

Setelah ramai gelombang startup di bidang financial technology, kini giliran legal tech mulai bertumbuh. Seperti new kids on the block di startup, legal tech mulai menampakkan geliatnya untuk memberikan value kepada konsumen.

Di India, produk legal tech mulai bermunculan, sebut saja LawRato, MyAdvo, LegalRaasta dan Legistify. Deretan produk ini berusaha untuk memikat konsumen dengan menawarkan layanan hukumnya agar mudah diakses oleh konsumen pribadi atau kalangan bisnis (usaha kecil dan startup). Layanan yang diberikan antara lain agar konsumen mengerti hak dan kewajiban mendasarnya dalam hubungan hukum, pencarian pengacara, pemberian nasihat hukum dan penyediaan data.

Konsumen yang sudah merasakan manfaatnya adalah Anita Singh, seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Sonipat, kota satelit di kawasan Delhi. Dia mencari pengacara untuk mendaftarkan gugatan perceraiannya setelah dia menikah selama delapan bulan.

Setelah menggunakan produk produk legal tech, dia akhirnya memperoleh sumber dari pengacara lokal setempat. Menurut pengacara setempat, dia tidak dapat mendaftarkan gugatan perceraiannya menurut aturan Hindu Marriage Act 1955. Aturan tersebut mensyaratkan bahwa perceraian tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu satu tahun perkawinan kecuali dalam kondisi tertentu yang sangat berat.

Menurut Rohan Mahajan yang juga pernah menjabat sebagai vice president di perusahaan media dan hiburan, saat ini sudah ketinggalan zaman untuk menemukan pengacara dengan metode non digital. Sangat banyak pekerjaan yang bisa ditangani. Terdapat 16 perkara baru setiap bulannya yang didaftarkan di pengadilan dan itu belum termasuk sengketa konsumen. Bahkan Rohan memperkirakan terdapat 32 penggugat setiap bulannya yang memerlukan bantuan hukum.

Menurut pemberitaan entrepreneur.com pada (28/01/2017), startup lain yang berjalan pada pola Business to Business (B2B) yaitu LegalRaasta yang menawarkan layanan pendaftaran perusahaan dan bantuan hukum untuk bisnis skala kecil. Pada layanan ini, kompetitor LegalRaasta adalah IndiaFilings dan Vakilsearch.

Idenya adalah untuk menyederhanakan proses secara offline, dimana entrepreneur dapat mengisi bermacam dokumen dengan platform secara do-it-yourself untuk pendaftaran perusahaan. Kemudian menyiapkan permohonan, pendaftaran dokumen dan memperoleh sertifikat pendaftaran semua hal itu dapat dilakukan oleh startup di bisnis legal tech.

“Usaha kecil dan menengah adalah segmen terbesar yang dapat menghasilkan lebih dari 20.000 rupee, untuk pendaftaran perusahaan dan 10.000 rupee untuk konsultasi hukum, dokumentasi dan lainnya” kata Himanshu Jain co-founder LegalRaasta. Startup yang dimulai pada 2015 ini cukup memberikan value kepada konsumen. Hal ini dapat juga membantu kelelahan psikis selain menghemat waktu dan biaya.

Pengguna dapat memperoleh nasihat hukum secara gratis untuk layanan basic sedangkan untuk layanan berbayar, pengguna dapat memperoleh layanan nasihat hukum dengan cara telefon, chat, surel dan dapat dipilih sesuai kebutuhan masing masing bergantung dari pengalaman kerja, keahlian, kota dan lainnya. Pengacara yang memperoleh rating rendah biasaya tidak dipakai oleh konsumen. Untuk metode pembayaran dilakukan dimuka sebelum pekerjaan dilakukan.

“Hukum adalah hal yang menyulitkan tidak seperti bidang kesehatan dimana kita diberitahu sejak masa kecil. Umumnya orang tidak berurusan dengan hukum sampai dia mengalami perkara hukum. Berperkara hukum juga termasuk mahal dan menyulitkan karena orang orang seringkali tidak memahaminya. Maka dari itu penting sekali untuk memahami hukum” kata Mahajan yang mulai menjalankan startup LawRato pada Februari 2015. LawRato adalah startup yang fokus pada Business to Consumer (B2C) untuk perekrutan pengacara dan jasa konsultasi hukum gratis.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid