redaksi April 6, 2016
armaholic.com/arsip

Parlemen Belanda telah menyelesaikan regulasi terkait pelarangan penjualan senjata ke Arab Saudi dengan alasan bahwa mereka telah melanggar hukum humaniter di Yaman dan pelanggaran hak asasi manusia di negaranya sendiri.

Regulasi itu mengacu pada laporan setebal 259 halaman yang dirilis oleh para ahli PBB di Yaman yang menyatakan bahwa Arab Saudi telah melakukan serangan udara ke Yaman dimana sebagai korbannya adalah warga sipil dan juga mereka dianggap melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam ranah internasional.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi telah memimpin koalisi negara negara arab untuk membantu Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi melawan milisi Houthi yang telah mengambil alih wilayah di sebagain besar negara.

Lebih dari 6000 orang di Yaman telah tewas sejak Arab Saudi melancarkan intervensi pada Maret 2015 sebagaimana laporan dari pihak PBB dan sebagiannya merupakan warga sipil. Serangan udara pada enam bulan terakhir ini telah menyerang sekolah berkebutuhan khusus, rumah sakit, dan dokter.

Pihak PBB menyalahkan Arab Saudi atas serangan kepada warga sipil yang terjadi pada Desember 2015. Pihak pemerhati Hak Asasi Manusia juga menuduh pihak koalisi telah melancarakan serangan berkelompok pada wilayah padat penduduk.

Regulasi itu juga mengacu kepada sanksi secara ekonomi di Arab Saudi. Dilaporkan juga bahwa mereka telah mengeksekusi 158 orang pada 2015 dan juga mengumumkan pada Januari lalu bahwa telah mengeksekusi 47 tahanan pada satu hari yang sama.

Belanda akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang telah mengaktifkan embargo senjata kepada Arab Saudi setelah parlemen Eropa memanggil ke 28 negara anggotanya untuk menghentikan penjualan senjata ke negara arab pada Maret lalu.

Meskipun keputusan parlemen Eropa tidak secara tegas mengikat para anggotanya untuk melakukan embargo senjata, para ahli dan legislator berharap hal ini juga akan mempengaruhi Inggris dan Perancis untuk menghentikan penyediaan senjata kepada Arab Saudi.

Pada periode Maret 2015 hingga Januari 2016, Belanda telah menerbitkan perijinan untuk ekspor senjata senilai 2.98 juta dollar AS ke Arab Saudi, sebagaimana dilaporkan oleh Koalisi Pengontrolan Senjata, suatu grup organisasi internasional yang berkonsentrasi pada isu regulasi penjualan senjata internasional. Laporan itu menekankan bahwa sejak Juli 2015, parlemen Belanda telah mengetatkan larangan kebijakan ekspor kepada kelompok koalisi Arab Saudi.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat juga sebagai salah satu penyedia persenjataan kepada Arab Saudi. Berkaitan dengan hal itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah menyetujui sebagian besar penjualan senjata ke Arab Saudi yang bernilai total 20.8 juta dollar AS pada tahun lalu.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid